Hasil Produk Bumdes Desa Nyambu Jadi Langganan PDDS

Tabanan, suaradewata.com – Bumdes Desa Nyambu Kecamatan Kediri ternyata menghasilkan produk yang menjadi langganan Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Kabupaten Tabanan. Produk tersebut yakni kripik belut dan ladrang lele, merupakan hasil pengembangan ekonomi produktif dari kelompok pengolah dan pemasar Taman Griya Desa Nyambu dibawah naungan Bumdes Desa Nyambu. 

Direktur Bumdes Desa Nyambu, I Gusti Alit Ngurah Putra Tenaya menerangkan hasil produk tersebut merupakan hasil pengembangan ekonomi produktif dari kelompok pengolah dan pemasar Taman Griya Desa Nyambu dibawah naungan Bumdes Desa Nyambu. Pengembangan ekonomi produktif kelompok pengolah dan pemasar taman Griya Desa Nyambu sudah bekerjasama dengan PDDS. Dan menghasilkan produk olahan ikan belut dan lele.

“Itu binaan dari Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan ber-SNI dan label halal, yang diakui Pemerintah dan mendapatkan juara 3 nasional,” ucap Gusti Tenaya, Selasa (20/8/2018).

Selain produk yang dihasilkan tersebut, ternyata Bumdes Desa Nyambu juga memiliki Simpan Pinjam dan Ekowisata Desa Nyambu. Dimana dalam pendanaan terhadap ekonomi produktif dananya dari Simpan Pinjam. Disamping itu juga ada produk  deposito tabungan maupun kredit. “Keuntungan simpan pinjam pertahun kemarin dari Sisa Hadil usaha (SHU) sebesar 575 juta rupiah,” terangnya.

Selanjutnya untuk Ekowisata Desa Nyambu, secara umum wisata di Desa Nyambu bersifat khusus seperti susur budaya (bagaimana wisatawan melihat budaya asli Nyambu), susur sawah (bagaimana wisatawan melihat aktivitas di persawahan) dan susur sungai (wisata alam dan trekking + sepeda menikmati alam di Desa Nyambu). Selain itu, wisatawan juga mendapatkan kelas melukis. Karena di Desa Nyambu banyak terdapat pelukis dan studio lukis, ada food n beveragenya juga dan juga pondok wisata.

“Berdiri tahun 2016, dimana satu – satunya Desa wisata ekologis Nyambu yang diresmikan oleh Pemda Tabanan yang bekerjasama dengan British Council dari Inggris,” jelasnya.

Ia pun berharap, kedepannya BumDes Desa Nyambu terus berkembang dan berbenah lebih maju dengan membuat unit-unit usaha lainnya yang akan dikembangkan menjadi unit yang baru seperti unit pertokoan, unit pengelolaan sampah, unit laundry dan unit jasa pelayanan masyarakat. Dan untuk diketahui, Bumdes Desa Nyambu berdiri sebelum undang-undang nomor 6 tahun 2014, bahwa Bumdes Nyambu berdiri tahun 2012 atas prakarsa BPMD Kabupaten Tabanan. “Itu yang akan segera dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Perusahaan Daerah Darma Santika (PDDS) Kabupaten Tabanan, I Putu Sugi Darmawan mengatakan terkait Bumdes Desa Nyambu pada intinya Perusahaan Daerah bergerak di hilir. Bila ada Desa Wisata, pihaknya ikut mempromosikan agar kunjungan bisa naik. “Kalau ada produk itu kewajiban kita untuk memasarkannya,” jelas Putu Sugi.

Untuk PDDS Sendiri, yang diserap dari hasil produk Bumdes Desa Nyambu yakni kripik belut Poklahsar Taman Griya Desa Nyambu, dimana satu-satunya kripik belut ber-SNI dan pihaknya sudah memasarkan hingga ke toko-toko modern termasuk Toko Modern terbesar di Bali yakni Tiara Dewata. Ia pun berharap kepada Bumdes Desa Nyambu agar tetap menjaga inovasi usahanya, karena tantangan kedepannya siapa yang berani berinovasi kemungkinan bisa eksis di dunia usaha.

“Kedepannya mau serap hasil pertanian berupa beras karena lahan pertanian di Desa Nyambu masih lumayan, disamping itu karena stok di Bumda masih kekurangan stok untuk memenuhi kebutuhan Pasar 2 sampai 3 ton perhari,” jelasnya. ang/ari

Sumber : Suara Dewata