Terjun ke Penjualan Online, Produk Bumda Tabanan Mulai Dikirim ke Luar Bali

TABANAN, BALIPOST.com – Untuk memperluas pasar produknya, Bumda Tabanan dalam hal ini Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) mulai terjun ke penjualan online. Dengan memasang produknya di aplikasi penjualan online terbesar di Indonesia, produk-produk PDDS Tabanan mulai dilirik masyarakat luar Bali.

Meski belum booming, namun pemesanan terus ada setidaknya setiap minggu. Direktur PDDS Tabanan, Putu Sugi Dharmawan, Minggu (21/4) mengatakan untuk penjualan online yang baru saja dirintis, progressnya cukup lumayan. “Ada saja pesanannya. Meski diakui memang belum booming,’” ujarnya.

Adapun produk yang banyak peminatnya adalah teh beras merah, beras merah dan kopi. Dalam memasarkan produk PDDS di dunia digital, dilakukan lewat langkah promosi lewat media sosial seperti Instagram, Facebook dan website yang dimiliki PDDS. “Setiap aktivitas yang ada di PDDS kita share lewat medsos, termasuk aktivitas pemasaran, pengambilan produk ke BUMDes, petani dan UMKM Tabanan. Dan bagi yang berminat bergabung di dalam pemasaran atau pengajuan produk bisa mengunjungi Website atau media sosial kami,” tambahnya.

Kasubag Diklat dan Pengembangan SDM PDDS Tabanan, I Made Adi Sutrisna, menambahkan beberapa produk yang sudah ada transaksi online adalah beras hitam, beras merah, beras mentik susu masing-masing kemasan 1 kilogram dan 3 kilogram serta produk teh beras merah serta produk kopi mulai dari kopi Leak, Kopi Tugu Sari dan Kopi Kita Serasi. “Produk abon ayam dan kripik belut ber SNI sudah ada yang terjual. Rata-rata pemesanannya ada saja setiap minggu. Setidaknya ada 2 pengiriman,” ujarnya.

Adapun daerah tujuan pengiriman selain  Denpasar juga ada sampai luar Bali seperti Jakarta, Jawa Barat dan Tangerang. Untuk bisa memaksimalkan penjualan ini, selain promo melalu medsos milik PDDS, juga diambil langkah promo offline dengan menyebar brosur.

Langkah ini diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat jika bisa memesan produk PDDS secara online. (Wira Sanjiwani/balipost)

Sumber : Bali Post